awn advertising

berusaha untuk menjadi lebih baik, baik dan baik

Jumat, 22 Oktober 2010

gadis seksi luar dalam.

Seorang muslimah sejati bukan
dilihat dari kecantikan dan
keayuan wajahnya semata-mata.
Wajahnya hanyalah satu peranan
yang amat kecil, tetapi muslimah
sejati dilihat dari kecantikan dan
ketulusan hatinya yang
tersembunyi.

Muslimah sejati juga tidak dilihat
dari bentuk tubuh badannya yang
mempesona, tetapi dilihat
dari sejauh mana ia menutupi
bentuk tubuhnya yang
mempesona itu.

Muslimah sejati bukanlah dilihat
dari mana kebaikan yang
diberikannya, tetapi
dari keikhlasan ketika ia
memberikan segala kebaikan itu.

Muslimah sejati bukanlah dilihat
dari seberapa indah lantunan
suaranya, tetapi dilihat dariapa
yang sering mulutnya bicarakan.

Muslimah sejati bukan dilihat dari
keahliannya berbahasa, tetapi
dilihat dari bagaimana caranya ia
berbicara dan berhujah
kebenaran.

Berdasarkan ayat 31, surah An
Nur, Abdulllah Ibnu Abbas dan
lain-lainnya berpendapat,
“ seorang wanita islam hanya
boleh menampakkan wajah, dua
tapak tangan dan cincinnya di
hadapan lelaki yang bukan
mahram. ” (Dr. said hawa di
dalam kitabnya Al Asas fit Tasir)
“janganlah perempuan-
perempuan itu terlalu lunak
dalam berbicara sehingga
menggairahkan orang yang ada
perasaan dalam hatinya, tetapi
ucapkanlah perkataan yang baik-
baik. ” (Qs. Al Ahzab : 32)

Muslimah sejati bukan dilihat dari
keberaniannya berpakaian modis,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia
berani mempertahankan
kehormatannya melalui apa yang
dipakainya.

Muslimah sejati bukan dilihat dari
kekhawatirannya digoda orang di
tepi jalanan, tetapi dilihat
dari kekhawatirannya dirinyalah
yang mengundang orang akan
tergoda.

Muslimah sejati bukanlah dilihat
dari seberapa banyak dan
besarnya ujian yang ia
jalani,tetapi dilihat dari sejauh
mana ia menghadapi ujian itu
dengan penuh rasa ridha dan
kehambaan kepada Tuhannya,
dan ia senantiasa bersyukur
dengan segala karunia yang
diberi.

Muslimah sejati bukan dilihat dari
sifat mesranya dalam
bergaul,tetapi dilihat dari sejauh
mana ia mampu menjaga
kehormatan dirinya dalam
bergaul.
“apabila seorang perempuan
shalat lima waktu, puasa dibulan
Ramadhan, menjaga
kehormatannya dan mentaati
suaminya, maka masuklah ia ke
dalam syurga dari pintu-pintu
yang ia kehendaki. ” (HR. Al
Bazzar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer