Seorang muslimah sejati bukan
dilihat dari kecantikan dan
keayuan wajahnya semata-mata.
Wajahnya hanyalah satu peranan
yang amat kecil, tetapi muslimah
sejati dilihat dari kecantikan dan
ketulusan hatinya yang
tersembunyi.
Muslimah sejati juga tidak dilihat
dari bentuk tubuh badannya yang
mempesona, tetapi dilihat
dari sejauh mana ia menutupi
bentuk tubuhnya yang
mempesona itu.
Muslimah sejati bukanlah dilihat
dari mana kebaikan yang
diberikannya, tetapi
dari keikhlasan ketika ia
memberikan segala kebaikan itu.
Muslimah sejati bukanlah dilihat
dari seberapa indah lantunan
suaranya, tetapi dilihat dariapa
yang sering mulutnya bicarakan.
Muslimah sejati bukan dilihat dari
keahliannya berbahasa, tetapi
dilihat dari bagaimana caranya ia
berbicara dan berhujah
kebenaran.
Berdasarkan ayat 31, surah An
Nur, Abdulllah Ibnu Abbas dan
lain-lainnya berpendapat,
“ seorang wanita islam hanya
boleh menampakkan wajah, dua
tapak tangan dan cincinnya di
hadapan lelaki yang bukan
mahram. ” (Dr. said hawa di
dalam kitabnya Al Asas fit Tasir)
“janganlah perempuan-
perempuan itu terlalu lunak
dalam berbicara sehingga
menggairahkan orang yang ada
perasaan dalam hatinya, tetapi
ucapkanlah perkataan yang baik-
baik. ” (Qs. Al Ahzab : 32)
Muslimah sejati bukan dilihat dari
keberaniannya berpakaian modis,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia
berani mempertahankan
kehormatannya melalui apa yang
dipakainya.
Muslimah sejati bukan dilihat dari
kekhawatirannya digoda orang di
tepi jalanan, tetapi dilihat
dari kekhawatirannya dirinyalah
yang mengundang orang akan
tergoda.
Muslimah sejati bukanlah dilihat
dari seberapa banyak dan
besarnya ujian yang ia
jalani,tetapi dilihat dari sejauh
mana ia menghadapi ujian itu
dengan penuh rasa ridha dan
kehambaan kepada Tuhannya,
dan ia senantiasa bersyukur
dengan segala karunia yang
diberi.
Muslimah sejati bukan dilihat dari
sifat mesranya dalam
bergaul,tetapi dilihat dari sejauh
mana ia mampu menjaga
kehormatan dirinya dalam
bergaul.
“apabila seorang perempuan
shalat lima waktu, puasa dibulan
Ramadhan, menjaga
kehormatannya dan mentaati
suaminya, maka masuklah ia ke
dalam syurga dari pintu-pintu
yang ia kehendaki. ” (HR. Al
Bazzar)
awn advertising
berusaha untuk menjadi lebih baik, baik dan baik
Jumat, 22 Oktober 2010
manfaat kerudung dari segi kesehatan.

Apakah Anda pernah terpikir,
kenapa Allah dalam firman-Nya
hanya mewajibkan muslimah tuk
berjilbab (menutup auratnya)?
Ternyata secara ilmiah hal itu bisa
dijawab kenapa sih hanya
muslimah bukan muslim? Hal itu
dikarenakan kulit wanita lebih
tipis daripada pria dan pigmen
melanin wanita lebih sedikit
untuk ras yang sama.
Wanita cenderung lebih besar
risikonya dibanding pria untuk
terkena skin cancer (kanker kulit)
jika terlalu sering terpajan oleh
sinar matahari yang banyak
mengandung sinar UV (pada
pukul 09.00-16.00). Dengan
menutup aurat menggunakan
jilbab dan khimar/kerudung maka
kulit dan rambut kita akan terjaga
dan kemungkinan terkena kanker
itu menjadi lebih kecil. Apakah
Anda juga tahu ternyata baju yang
kita pakai itu mengandung SPF
hampir sama dengan sunblock/
sunscren.
Begitu juga dengan rambut.
Rambut yang tertutup oleh
khimar/kerudung akan lebih sehat
dan lebih halus dibanding dengan
rambut yang selalu terkena sinar
matahari karena memang sinar
matahari dapat membuat rambut
kita menjadi rusak. Rambut yang
terlindungi gak akan mudah
patah, memerah dan bercabang.
Namun perlu dijaga pula.
Ada beberapa tips supaya rambut
kita gak rusak, kalau rambut
dalam keadaan basah jangan
langsung disisir, belahan rambut
harus sering diganti-ganti,
rambut jangan terlalu kencang
diikat, pake kerudung yang
longgar (sesuai syariat dunk yang
sampai menutup dada), kerudung
jangan diikat (seperti trend
pemakaian kerudung sekarang,,
astaghfirullah), kerudung yang
diikat tuh sirkulasi udaranya
kurang baik dan tentunya tidak
sesuai syariat.
Tips Merawat Kerudung
Berikut ini tips bagaimana cara
merawat kerudung yang baik:
1. Untuk semua jenis Kerudung
dan jilbab jangan pernah mencuci-
nya dengan mesin cuci.Karena
akan merusak dacron atau busa di
kepala untuk kerudung yang
bermodel bergo dan merusak
bahan jilbab untuk jenis bahan
sutra atau katun. Cukup digosok-
gosok saja dengan tangan dan
tidak perlu disikat.
2. Untuk kerudung yang berbahan
sutra jangan pernah mencucinya
dengan detergen atau sabun cuci,
gunakanlah shampo. Caranya
dengan mencelupkan kerudung
pada air yang telah diberi
shampo. Biarkan sesaat dan tidak
perlu diperas pada saat
menjemurnya.
3. Apapun bahan dari kerudung
tersebut,jangan lupa untuk
menjemur dengan posisi bagian
dalamnya yang diluar dan jemur
di tempat yang teduh, hindari
menjemur di bawah terik
matahari langsung. Agar warna
kerudung tidak cepat memudar.
4. Pada saat menyetrika kerudung
jangan pernah pula menyetrika
dacron atau busanya untuk
kerudung yang berbentuk bergo,
karena akan merusak bentuk
dacron dan jangan menggunakan
setrika yang panas untuk berbagai
jenis bahan kerudung.
Mudah-mudahan cara menjaga
dan merawat kerudung di atas
dapat bermanfaat sehingga tetap
awet, tahan lama dan warna tidak
cepat pudar.
Kamis, 21 Oktober 2010
7 Sifat Setan yang Patut Dicontoh Manusia !!!
Saya yakin sobat pasti bingung
membaca judul artikel yang satu
ini. Masa ada sifat setan yang
patut dicontoh. Padahal kita
tahu sendiri setan adalah
makhluk yang menyesatkan. Iya
memang betul setan selalu
mengajak kita kepada
kesesatan. Akan tetapi sifat
yang akan kita contoh ini
memang ada dalam diri si setan
dan patut kita contoh…
Langsung aja ini sifat-sifat yang
luar biasa:
1.Pantang menyerah, setan akan
selalu menggoda imam manusia
sebelum tujuannya tercapai.
2. Selalu Berusaha, setan selalu
mempunyai usaha yang kreatif
dan inovatif untuk menggoda
manusia agar terjerumus di
dalam dunianya.
3. Konsisten, setan tidak pernah
mengeluh walaupun dia gagal
untuk menggoda manusia, tapi
dia tetap pantang menyerah.
4. Solider, setan tidak pernah
saling menyerang satu sama
lain, akan tetapi mereka selalu
berkerja sama dalam mencapai
tujuan yaitu menggoda
manusia.
5. Jenius, setan memang pintar
untuk menggoda manusia. Ia
dapat menciptakan ide-ide
kreatif dan tidak plagiat.
6. Tanpa Pamrih, setan melakukan
pekerjaan menggoda manusia
24 jam nonstop dan tidak
meminta imbalan sedikitpun
tidak seperti kita.
7. Suka berteman, setan selalu
ingin berteman dan dapat
menjaga pertemanan (Setia,
solider) agar temannya di
neraka kelak akan banyak.
Lalu bagaimana dengan kita
teman? apakah kita sudah
mempunyai ketujuh sifat yang
ada pada setan itu?
??
Di samping dengan kekuatan
DO'A tentunya ketujuh sifat itu
harus ada dalam diri kita, agar
kita dalam mencapai cita-cita
dapat lancar.
Kita juga harus memerangi
setan dengan semangat serupa
bahkan harus lebih dari apa
yang dimiliki setan tersebut.
Tetapi satu lagi yang perlu
diingat, ketujuh sifat itu kita
praktekan untuk berjuang ke hal
KEBAIKAN bukan seperti setan
yang menggunakannya untuk
keburukan.
membaca judul artikel yang satu
ini. Masa ada sifat setan yang
patut dicontoh. Padahal kita
tahu sendiri setan adalah
makhluk yang menyesatkan. Iya
memang betul setan selalu
mengajak kita kepada
kesesatan. Akan tetapi sifat
yang akan kita contoh ini
memang ada dalam diri si setan
dan patut kita contoh…
Langsung aja ini sifat-sifat yang
luar biasa:
1.Pantang menyerah, setan akan
selalu menggoda imam manusia
sebelum tujuannya tercapai.
2. Selalu Berusaha, setan selalu
mempunyai usaha yang kreatif
dan inovatif untuk menggoda
manusia agar terjerumus di
dalam dunianya.
3. Konsisten, setan tidak pernah
mengeluh walaupun dia gagal
untuk menggoda manusia, tapi
dia tetap pantang menyerah.
4. Solider, setan tidak pernah
saling menyerang satu sama
lain, akan tetapi mereka selalu
berkerja sama dalam mencapai
tujuan yaitu menggoda
manusia.
5. Jenius, setan memang pintar
untuk menggoda manusia. Ia
dapat menciptakan ide-ide
kreatif dan tidak plagiat.
6. Tanpa Pamrih, setan melakukan
pekerjaan menggoda manusia
24 jam nonstop dan tidak
meminta imbalan sedikitpun
tidak seperti kita.
7. Suka berteman, setan selalu
ingin berteman dan dapat
menjaga pertemanan (Setia,
solider) agar temannya di
neraka kelak akan banyak.
Lalu bagaimana dengan kita
teman? apakah kita sudah
mempunyai ketujuh sifat yang
ada pada setan itu?
??
Di samping dengan kekuatan
DO'A tentunya ketujuh sifat itu
harus ada dalam diri kita, agar
kita dalam mencapai cita-cita
dapat lancar.
Kita juga harus memerangi
setan dengan semangat serupa
bahkan harus lebih dari apa
yang dimiliki setan tersebut.
Tetapi satu lagi yang perlu
diingat, ketujuh sifat itu kita
praktekan untuk berjuang ke hal
KEBAIKAN bukan seperti setan
yang menggunakannya untuk
keburukan.
19 rahasia menjadi pribadi penuh pesona.
Inilah 19 rahasia menjadi pribadi
penuh pesona yang kami
kembangkan dari pemikiran dr.
Yul Iskandar, DSJ., MBAP.,MASRS.,
PhD. pendiri Yayasan Dharma
Graha. Selamat mengikuti!
1. Berubahlah dengan waktu
dan tempat! ��Jangan selalu
menuruti perasaan negatif,
seperti: merasa bosan, lelah,
jenuh, tersiksa dengan tempat
atau masa lalu. Tersenyumlah,
dan dunia akan tersenyum
bersama anda! Menangislah, dan
anda akan menangis sendirian!
Mutiara kata ini mengisyaratkan
agar kita selalu berbahagia
dimana pun kita berada dan
kapan pun. Jika kita merasa
sebagai orang yang paling sedih
atau menderita di dunia ini,
yakinlah bahwa masih banyak
orang lain yang lebih menderita
daripada kita.
2. Carilah kenalan, teman,
sahabat, relasi sebanyak-
banyaknya! �Sering-seringlah
bepergian, menjelajahi dunia.
Semakin sering anda bertemu
dan berinteraksi dengan banyak
orang, maka kepribadian anda
akan semakin matang tanpa
anda sadari.
3. Cintailah orang lain seperti
mencintai diri sendiri.
Dengan cinta, hidup menjadi
indah, persahabatan
menjadi �langgeng, dan
silaturahmi tetap terbina.
Tentunya cinta yang diberikan
secara tulus tanpa pamrih,
tanpa mengharap balasan
kecuali dari Allah semata.
4. Hargailah dan nikmatilah
alam. �Dengan menghargai
alam, jiwa menjadi tenang.
Dengan menikmati alam hati
menjadi senang. Temukanlah
rahasia sesuatu itu tampak
menarik, misalnya: bunga yang
mekar, surya yang bersinar,
sawah yang terhampar.
5. Hargailah orang
lain. �Misalnya dengan cara
membuatnya bahagia,
tersenyum, tertawa, memberi
pujian yang tulus.
Membahagiakan orang lain akan
membuatnya membahagiakan
kita di saat yang tak terduga,
percayalah!
6. Jaga tingkah
laku. �Banyaklah
mendengarkan dan berpikir
daripada berbicara, kecuali bila
waktunya untuk berbicara.
Dengan menjaga lisan dan
perbuatan kita, berarti setengah
pertempuran hidup telah kita
menangkan.
7. Jangan kekanak-
kanakan. �Sikap dewasa
menunjukkan kepribadian yang
kuat dan mempesona. Betapa
banyak orang tua yang bahkan
belum dewasa! Salah satu tanda
kedewasaan seseorang antara
lain adalah dari sikap, tutur kata,
dan caranya di dalam
mengambil keputusan secara
arif dan bijaksana.
8. Jangan mencari kesalahan
orang lain. �Hidup kita terlalu
singkat untuk melakukan hal ini.
9. Jangan rendah diri.�Sudah
seharusnyalah kita menerima
dan memperbaiki kekurangan
kita tanpa pernah merasa
minder atau kecil di depan
orang lain. Percayalah, tidak
seorang manusia pun yang
sempurna di muka bumi ini!
10. Jangan
sombong. �Ketahuilah bahwa
selalu ada yang lebih daripada
kita. Kesombongan menandakan
kekosongan.
11. Kembangkan minat pada
berbagai hal. �Jangan
membatasi diri anda, perluas
bakat, minat, kemampuan,
pengetahuan, dan keahlian
anda. Memiliki satu keahlian
atau spesialisasi akan terasa
lebih baik dan sempurna jika
ditunjang dengan keahlian
dalam bidang yang lainnya,
sehingga anda akan semakin
"bersinar" dan penuh pesona.
12. Selalu baik pada orang
lain. �Jangan pernah merasa
dendam sekalipun kepada orang
lain, bahkan kepada mereka
yang pernah menyakiti kita.
Cintailah yang di bumi, niscaya
yang di langit akan
mencintaimu.
13. Selalu belajar.�Semakin
sering anda belajar, maka
semakin banyak yang anda
ketahui. Ilmu ini dapat menjadi
lahan amal bagi anda, sehingga
anda merasakan nikmatnya
berbagi dan indahnya ilmu.
14. Selalu mengikuti informasi
dan perkembangan terkini
tentang apapun. Dengan banyak
mengetahui hal yang paling
baru, maka anda akan tampil
semakin percaya diri dan penuh
pesona. Semakin banyak hal
baru yang anda tahu, maka akan
semakin banyak pula yang
mencari dan mengejar
anda...yakinlah!
15. Selalu tegap, sigap, dan
siap. �Posisi atau postur tubuh
anda di dalam berkomunikasi
dengan orang lain akan
mengungkapkan siapa diri anda
yang sebenarnya. Oleh
karenanya, milikilah rencana,
target, dan strategi (persiapan)
yang matang dan semangat
yang tak pernah pudar!
16. Selalu tersenyum pada
orang lain. �Orang akan lebih
senang melihat wajah yang
dihiasi senyuman daripada
wajah yang selalu disertai
ratapan atau keluhan.
17. Senang bekerja sama
dengan orang lain. �Inilah yang
membuat jaringan (network)
kita semakin luas, erat, dan
kuat.
18. Senang menolong orang
lain. �Dengan gemar menolong
orang lain, maka pada
hakikatnya kita menolong diri
kita sendiri. Semakin banyak
orang yang kita tolong, maka
akan semakin sering pula kita
ditolong oleh Allah dengan cara-
Nya yang tak terduga.
19. Terimalah nasib apa
adanya. �Tetaplah tenang dan
tabah, ingatlah bahwa "badai
pasti berlalu" dan "roda itu
berputar". Jangan suka
mengeluh, menggerutu, atau
bahkan mencaci-maki nasib.
Jangan sampai berkata atau
menganggap bahwa Allah itu
tidak adil! Justru di sinilah letak
keadilan-Nya.
Dengan merenungi dan
menerapkan semua hal di atas,
maka menjadi pribadi penuh
pesona saat ini bukanlah
sesuatu hal yang mustahil bagi
diri anda. Jika masih belum
percaya, cobalah!
penuh pesona yang kami
kembangkan dari pemikiran dr.
Yul Iskandar, DSJ., MBAP.,MASRS.,
PhD. pendiri Yayasan Dharma
Graha. Selamat mengikuti!
1. Berubahlah dengan waktu
dan tempat! ��Jangan selalu
menuruti perasaan negatif,
seperti: merasa bosan, lelah,
jenuh, tersiksa dengan tempat
atau masa lalu. Tersenyumlah,
dan dunia akan tersenyum
bersama anda! Menangislah, dan
anda akan menangis sendirian!
Mutiara kata ini mengisyaratkan
agar kita selalu berbahagia
dimana pun kita berada dan
kapan pun. Jika kita merasa
sebagai orang yang paling sedih
atau menderita di dunia ini,
yakinlah bahwa masih banyak
orang lain yang lebih menderita
daripada kita.
2. Carilah kenalan, teman,
sahabat, relasi sebanyak-
banyaknya! �Sering-seringlah
bepergian, menjelajahi dunia.
Semakin sering anda bertemu
dan berinteraksi dengan banyak
orang, maka kepribadian anda
akan semakin matang tanpa
anda sadari.
3. Cintailah orang lain seperti
mencintai diri sendiri.
Dengan cinta, hidup menjadi
indah, persahabatan
menjadi �langgeng, dan
silaturahmi tetap terbina.
Tentunya cinta yang diberikan
secara tulus tanpa pamrih,
tanpa mengharap balasan
kecuali dari Allah semata.
4. Hargailah dan nikmatilah
alam. �Dengan menghargai
alam, jiwa menjadi tenang.
Dengan menikmati alam hati
menjadi senang. Temukanlah
rahasia sesuatu itu tampak
menarik, misalnya: bunga yang
mekar, surya yang bersinar,
sawah yang terhampar.
5. Hargailah orang
lain. �Misalnya dengan cara
membuatnya bahagia,
tersenyum, tertawa, memberi
pujian yang tulus.
Membahagiakan orang lain akan
membuatnya membahagiakan
kita di saat yang tak terduga,
percayalah!
6. Jaga tingkah
laku. �Banyaklah
mendengarkan dan berpikir
daripada berbicara, kecuali bila
waktunya untuk berbicara.
Dengan menjaga lisan dan
perbuatan kita, berarti setengah
pertempuran hidup telah kita
menangkan.
7. Jangan kekanak-
kanakan. �Sikap dewasa
menunjukkan kepribadian yang
kuat dan mempesona. Betapa
banyak orang tua yang bahkan
belum dewasa! Salah satu tanda
kedewasaan seseorang antara
lain adalah dari sikap, tutur kata,
dan caranya di dalam
mengambil keputusan secara
arif dan bijaksana.
8. Jangan mencari kesalahan
orang lain. �Hidup kita terlalu
singkat untuk melakukan hal ini.
9. Jangan rendah diri.�Sudah
seharusnyalah kita menerima
dan memperbaiki kekurangan
kita tanpa pernah merasa
minder atau kecil di depan
orang lain. Percayalah, tidak
seorang manusia pun yang
sempurna di muka bumi ini!
10. Jangan
sombong. �Ketahuilah bahwa
selalu ada yang lebih daripada
kita. Kesombongan menandakan
kekosongan.
11. Kembangkan minat pada
berbagai hal. �Jangan
membatasi diri anda, perluas
bakat, minat, kemampuan,
pengetahuan, dan keahlian
anda. Memiliki satu keahlian
atau spesialisasi akan terasa
lebih baik dan sempurna jika
ditunjang dengan keahlian
dalam bidang yang lainnya,
sehingga anda akan semakin
"bersinar" dan penuh pesona.
12. Selalu baik pada orang
lain. �Jangan pernah merasa
dendam sekalipun kepada orang
lain, bahkan kepada mereka
yang pernah menyakiti kita.
Cintailah yang di bumi, niscaya
yang di langit akan
mencintaimu.
13. Selalu belajar.�Semakin
sering anda belajar, maka
semakin banyak yang anda
ketahui. Ilmu ini dapat menjadi
lahan amal bagi anda, sehingga
anda merasakan nikmatnya
berbagi dan indahnya ilmu.
14. Selalu mengikuti informasi
dan perkembangan terkini
tentang apapun. Dengan banyak
mengetahui hal yang paling
baru, maka anda akan tampil
semakin percaya diri dan penuh
pesona. Semakin banyak hal
baru yang anda tahu, maka akan
semakin banyak pula yang
mencari dan mengejar
anda...yakinlah!
15. Selalu tegap, sigap, dan
siap. �Posisi atau postur tubuh
anda di dalam berkomunikasi
dengan orang lain akan
mengungkapkan siapa diri anda
yang sebenarnya. Oleh
karenanya, milikilah rencana,
target, dan strategi (persiapan)
yang matang dan semangat
yang tak pernah pudar!
16. Selalu tersenyum pada
orang lain. �Orang akan lebih
senang melihat wajah yang
dihiasi senyuman daripada
wajah yang selalu disertai
ratapan atau keluhan.
17. Senang bekerja sama
dengan orang lain. �Inilah yang
membuat jaringan (network)
kita semakin luas, erat, dan
kuat.
18. Senang menolong orang
lain. �Dengan gemar menolong
orang lain, maka pada
hakikatnya kita menolong diri
kita sendiri. Semakin banyak
orang yang kita tolong, maka
akan semakin sering pula kita
ditolong oleh Allah dengan cara-
Nya yang tak terduga.
19. Terimalah nasib apa
adanya. �Tetaplah tenang dan
tabah, ingatlah bahwa "badai
pasti berlalu" dan "roda itu
berputar". Jangan suka
mengeluh, menggerutu, atau
bahkan mencaci-maki nasib.
Jangan sampai berkata atau
menganggap bahwa Allah itu
tidak adil! Justru di sinilah letak
keadilan-Nya.
Dengan merenungi dan
menerapkan semua hal di atas,
maka menjadi pribadi penuh
pesona saat ini bukanlah
sesuatu hal yang mustahil bagi
diri anda. Jika masih belum
percaya, cobalah!
ISO, APERTURE, SHUTTER
Exposure tuh apa an sih?
Kok kayaknya exposurenya
terlalu gelap yah? Apa gak
terlalu OE (Over exposed) tuh
poto? Duh, seharusnya exposure
saya harusnya gimana sih?
Tenang saudara saudari
sekalian. Saya meluangkan
waktu saya dengan menulis
artikel ini bukannya saya sok
pinter ato gimana tapi ingin
rasanya saya berbagi
pengetahuan dan pengalaman
saya sama yang butuh aja deh
biar ngerti apa sih itu kreatif
EXPOSURE?
Semoga sehabis baca artikel ini,
kalian akan mendapatkan
sesuatu yang baru dan dapat di
implementasikan di teknik
fotografi kalian. Setelah
membaca artikel ini saya
berharap anda bisa:
Mengerti apa itu Aperture,
Shutter Speed dan ISO
Mengerti apa itu Aperture
Priority, Shutter Priority,
Manual Aperture and Shutter
dan kapan paling efektif
untuk memakainya.
Mengerti apa itu Panning
teknik dan bagaimana sih
biar bisa panning?
Mengerti tentang Depth of
Field dan bagaimana Aperture
bertanggung jawab atas ini.
Mengerti tentang Shutter
Speed tentang pembekuan
gerakan, menghasilkan efek
arus (flowing effect)
Mengerti tentang kompensasi
ISO sensitifiti dari film
Mengerti apa itu Bracketing
dan efeknya terhadap
exposure yang benar dan/
atau sempurna
Dalam artikel ini saya asumsikan
bahwa camera anda setidaknya
bisa di setting ke Manual, lebih
baik lagi jika kamera anda
adalah Digital atau Analog SLR
Camera. Kamera yang saya
gunakan adalah Nikon Digital
SLR Camera D100 tetapi secara
garis besar, maksud arti garis
besar artikel ini bisa di
implementasikan di fotografi
secara general. Memang setiap
fotografer mempunyai definisi
dan style tersendiri dalam
approachnya terhadap fotografi.
Artikel ini tidak menyalahkan
dan saya tidak membenarkan
diri saya sendiri dalam topik
exposure secara general.
Selamat membaca.
PERFECT EXPOSURE
Ok. Kalau kalian bertanya
"Seharusnya exposure saya
gimana sih?" yah gampang sih
jawabnya, "Exposure anda harus
bener!" ya kan? Nah, exposure
itu bisa di golongkan kepada 3
nama yang saling erat
hubungannya, mereka adalah:
1. Aperture = bukaan
diafragma lensa biasanya
dalam ukuran f/2.8, f/5.6
dan seterusnya �
2. Shutter Speed = bukaan
berapa lama film
menerima cahaya sewaktu
diafragma di buka; dalam
ukuran 2s, 1/250s ,1/500s,
dan seterusnya (s =
seconds, detik)
3. ISO, Speed of the film =
internasional standard
untuk sensitifnya film.
contoh: ISO 400 lebih
sensitif daripada ISO 200,
ISO 200 lebih sensitif
daripada ISO 100, dan
seterusnya.
Ya ampun apaan sih nih kamera
kok ada Manual, Aperture
Priority, Shutter Priority,
Automatic? kan lebih asik
automatic dong?
"Ok, bukannya kalo saya set aja
ke P �(Automatic atau Program
Mode) terus kan tinggal saya
jepret aja kan semuanya sudah
di atur otomatis, nah terus
ngapain harus ngerti 3 bahasa
aneh di atas coba?". Nah kalo
anda sudah puas sama �P
( Automatic atau Program
Mode) exposure setting camera
anda, ya ngapain di terusin baca
artikel ini? saya yakin dengan
pengertian yang mendalam dan
tentunya experiment antara 3
nama di atas, anda pasti lebih
mendapatkan exposure yang
lebih baik atau lebih banyak
kesempatan anda akan
mendapatkan exposure yang
sempurna. Bukankah lebih baik
untuk mempelajari Manual?
Nah sekarang coba liat di
viewfinder (itu lho kotak kecil
yang anda lihat di camera untuk
motret) di sana pasti ada
semace gini nih: +'''''0'''''''- ya
kan? Nah jika anda memutar
control dial di camera anda,
tanda panah akan bergeser
sesuai dengan yang anda
hendaki, jika anda mutar ke
kanan, panahnya ke kanan, kalo
ke kiri ya panahnya ke kiri.
Biasanya kalau ke kiri valuenya
semakin besar atao ke positif
kalo ke kiri valuenya semakin
kecil dan ke arah negatif.
Aperture priority (biasanya A
atau Av)
Dalam mode ini, anda secara
manual memilih lens aperture
dan camera anda yang secara
otomatis akan memilih shutter
speed. Coba set camera anda ke
Aperture Priority, nah di
Aperture priority, anda ngatur
Aperturenya secara manual, dan
camera anda akan mengatur
Shutter Speed secara otomatis
untuk memberikan exposure
yang kamera anda pikir
"PERFECT".
Saya�memilih penggunaan
Aperture Priority ini bila
keadaan:
. Cahaya sekeliling sangat
minimal. Contoh: dalam event
medical conference atau dalam
event pesta wisuda adik saya,
saya memilih setting kamera
saya ke A, karena saya ingin
kamera saya yang memilih
shutter secepat mungkin untuk
mendapatkan exposure yang
sempurna dan dengan setting
Aperture yang saya hendaki.
. Saya menginginkan maksimum
depth-of-field dan objectnya
tuh tidak bergerak. Contoh:
dalam poto saya di bawah
Golden Gate di San Francisco,
saya memilih Aperture sekecil
itu untuk memaksimumkan
Depth of Field (akan di bahas di
bawah ini)
Shutter Priority (biasanya S)
Di dalam mode ini, anda
memilih shutter speed secara
manual dan meter kamera anda
akan memilih aperture secara
otomatis. Sama dengan
Aperture Priority tetapi kali ini
yang anda prioritaskan, dalam
kata lain yang anda bisa ngatur
itu yah shutter speednya,
camera anda akan mengatur
Aperture secara automatis yang
di pikir kamera anda
exposurenya "PERFECT". Karena
menurut saya, hanya dengan
Shutter Priority ini lah kita bisa:
a. FREEZE MOTION = pembekuan
gerakan yang terekam di film,
dan
b. IMPLYING MOTION = untuk
menghasilkan flowing effect,
yang bersifat memberikan efek
gerakan
Saya memaksimalkan
penggunaan Shutter Priority ini
dalam:
. Panning teknik. Panning adalah
teknik perekaman object yang
bergerak sehingga
menghasilkan effect gerakan
dan bisa terlihat jika object yang
terfokus adalah object yang
sedang moving atau bergerak.
�
Contoh Panning:
Ok, ada 3 rahasia untuk
mendapatkan hasil panning
yang memuaskan:
Rahasia #1: Anda harus PARALEL
dengan object yang bergerak
itu. Dari contoh di bawah ini,
saya dengar "nguing2" dari
kejauhan terus saya siapkan
kamera saya dan saya melihat
mobil pemadam kebakaran dari
arah kiri saya, saya tunggu
sampai mobilnya tuh persis di
depan saya, dan saya langsung
pencet shutter dan badan saya
ngikutin arahnya mobilnya
melaju setelah memencet
shutternya.
Rahasia #2: Pilihlah Shutter
Speed yang paling cocok untuk
objek yang bergerak itu.
Biasanya saya pilih Shutter 1/20
atau 1/30 untuk panning teknik
saya. Dalam contoh saya di
bawah ini, saya memakai
Shutter 1/20
Rahasia #3: Jangan pakai tripod.
Pakailah badan anda sebagai
tumpuan yang mengayun dari
kiri ke kanan atau sebaliknya
searah dengan object yang akan
di potret.
Manual Exposure (biasanya M)
Nah Manual Exposure ini lah
yang memungkinkan kita
mengatur sendiri panah2 tadi
yang sudah saya jelaskan di atas
untuk mendapatkan exposure
yang KITA hendaki "PERFECT
EXPOSURE" sekali lagi, bukan
kamera kita yang mikir perfect
tapi kita sendiri. Karena di
Manual inilah kita bisa mengatur
Aperture dan Shutter Speed
secara manual.
"Nah terus apa hubungannya di
antara tiga bahasa aneh dan
jelek di atas itu, apa sih tadi
Aperture, Shutter Speed dan ISO,
huh?" Ok. Nih saya jelasin yah.
1. APERTURE (Diafragma)
Aperture adalah bukaan lensa
untuk mengatur berapa banyak
cahaya yang masuk. Ukuran
aperture biasanya bisa di liat
dengan f/ number. Semakin
besar nomer f/ nya semakin
kecil bukaan lensanya. Dengan
kata lain, semakin kecil nomer f/
nya, semakin GEDE bukaan
lensanya. CONTOH: f/2.8
bukaannya lensanya tuh lebih
besar daripada f/11. Aperture ini
lah yang biasanya orang orang
di kritik fotografer.net pada
bilang "Wahhhh bagus bener
DOFnya, bagus bener
pemandangannya!" Nah
sekarang ngerti kan kalo
Aperture ini adalah sang
komandan yang bertanggung
jawab atas wilayah ketajaman di
dalam satu foto. DOF,
kepanjangan dari Depth-of-
Field, yaitu wilayah di sekeliling
subject yang di rekam oleh
camera yang layak tampil tajam
di hasil potonya.
Aperture1 (Semakin besar
aperture kita, semakin sedikit
wilayah ketajaman poto kita,
shallow depth-of-field): �
��
�
Nah di contoh ini, data photo
saya adalah: 1/3200s f/3.5 at
200.0mm. Kalo anda perhatiin,
tuh di backgroundnya ga
keliatan apa apa yah? Jelek yah
poto ini? hmm mungkin aja saya
cuman mau lebih fokus ke
kepala burungnya saja, jadi
mungkin waktu motret ini saya
ga peduli ama background jadi
ya saya pilih aja f/3.5 nah
Aperture saya bisa di katakan
"Big Aperture" kalo lebih besar
lagi adalah f/1.8.
�
Aperture2 (Semakin kecil
aperture kita, semakin banyak
wilayah ketajaman poto kita,
bigger depth-of-field):
�
Nah di contoh yang ini, data
poto saya adalah: 1/2s f/22.0 at
12.0mm. Kalo sekali lagi anda
perhatiin deh, tuh dari depan
dari kayu yang jelek itu sampe
belakang gunung kan semuanya
fokus. Dengan ini, berani saya
menyatakan "Small Aperture"
kalo lebih small lagi ya f/32.
Ukuran Aperture dalam
perbedaan ukuran satu stop
adalah:
f/2 -> f/2.8 -> f/4 -> f/5.8 -> f/8
-> f/11 -> f/16 -> f/22
Dari f/2 sampe ke f/2.8 di
katakan Aperturenya turun 1
stop dalam kata laen -1. Dari f/4
turun 3 stop ke f/11. Di katakan
turun adalah jumlah cahaya
yang masuk melalui diafragma
kan lebih sedikit jadi oleh karena
itu di katakan turun.
�
2. SHUTTER SPEED (Kecepatan
penutup lensa)
Nah apa ini? Kalo tadi Aperture
kan ngatur berapa banyak
cahaya yang masuk kan? Nah
kalo Shutter Speed ini ngatur
berapa lama cahaya itu masuk
ke film. Contohnya: shutter
speed 2s (2 detik) tentunya
cahaya yang masuk lebih lama
ya kan? kalo shutter speed
1/1000s ( 1/1000 detik lho) ya
jelas aja cahaya yang masuk
cuman sekilat aja. Gampang
kan?
�
Shutter speed 1 (semakin
lambat shutter speed, cahaya
yang di peroleh film akan
semakin banyak)
�
Nah di contoh di atas, data saya
adalah: 4s f/16.0 at 38.0mm .
Wow, 4 detik! iya dong.. kalo ga
gitu kan ga bisa create kayak
gini tuh liat airnya kayak kapas
gitu halus dan seperti awan2
gitu kan? Ini di karenakan
cahaya yang masuk lebih lama
oleh karena itu cahaya yang
terekan di film akan seolah-olah
menghasilkan effect seperti
water flowing (air yang
mengalir)
Shutter speed 2 (semakin cepat
shutter speed, cahaya yang di
peroleh film akan semakin
sedikit, lebih untuk ke FREEZE
MOTION, yakni untuk
membekukan gerakan)
�
Nah di contoh di atas, kali ini
partner saya akan marah kepada
saya jika saya minta dia untuk
lompat sambil menendangkan
kakinya di atas langit terus-
terusan. Oleh karena itu saya
pilih fast shutter speed untuk
membekukan gerakan teman
saya yang jago kungfu ini.
Urutan Shutter Speed dalam
perbedaan ukuran satu stop
adalah:
1/8 -> 1/15-> 1/30 ->1/60 -
>1/125 ->1/250 ->1/500 -
>1/1000 (dalam detik)
3. ISO, Speed of Film
Begini saja, anggap saja ISO ini
adalah kumbang yang bekerja di
dalam camera anda. Kalo di
camera saya saya set ke ISO 400
berarti saya mempunyai 400
kumbang yang bekerja, jika
anda set camera anda ke ISO
100 berarti anda cuman punya
100 kumbang untuk bekerja di
dalam kamera anda.
Nah ukuran ISO dalam
perbedaan satu stop adalah:
100 ->200 ->400-> 800 ->1600
ISO 800 adalah 3 kali lebih
sensitif daripada ISO 100 (lebih
sensitif terhadap cahaya 3 stop),
tetapi hasil potonya mungkin
agak grainy (seperti berpasir)
Nah dalam hal ini lah yang harus
menjadi pertimbangan anda
kapan harus kompensasi
demikian.
Nah topik saya yang terakhir
adalah tentang bracketing.
Bracketing.
What is bracketing? Bracketing
adalah suatu teknik yang di
manfaatkan oleh profesional
untuk mendapatkan exposure
yang tepat di dalam kondisi
cahaya yang menantang
(menurut: photoxels.com) dan
biasanya yang motret meng-
over expose +1 dan meng-under
expose -1, tergantung dari style
fotografernya sendiri-sendiri.
Seperti yang saya jelaskan di
atas atas banget yang tadi
tentang Aperture Priority,
Shutter, ataupun Manual
Exposure priority, kamera kan
punya built-in light meter dan
sensor di dalamnya yang ada
tanda +''''0''''- tadi itu bila anda
tujukan tanda panahnya ke 0,
kamera anda seperti
mengatakan "Iya bos, ini
menurut saya perfect kok
exposurenya!" Nah dalam
bracketing, si fotografer yah
boleh di katakan percaya sama
kameranya dan jepret di posisi
panah menunjukan 0, PLUS si
fotografer tadi, sengaja
menujukan panah ke arah +1
stop dan -1 stop untuk bracket
exposure.
Contoh bracketing:
Si fotografer melihat mobil
ferari di tengah jalan yang
sangat terang sekali cuaca
bagus banget deh. Dia set
camera barunya ke Aperture
Priority dengan ukuran
diafragma f/2.8 karena dia
maunya mobilnya yang terlihat
tajam sedangkan
backgroundnya blur (out of
focus). Si fotografer melihat
dalam viewfinder dan menyetel
panah sehingga sampe di 0 dan
menemukan bahwa shutter
speednya harus 1/250.
Nah di sini si fotografer bracket
exposure ini sehingga
mempunyai 3 poto.
Poto 1 = fotografer di atas
menjepretkan exposurenya
f/2.8 shutter speed 1/250
Poto 2 = fotografer sengaja
membuat shutter speed ke
1/125 exposure> masih tetep f/2.8
Poto 3 = fotografer sengaja
membuat shutter speed ke
1/500 exposure> masih tetep f/2.8
Nah sekarang si fotografer tadi
adalah orang terbahagia di
dunia karena setiap kali dia
memotret sesuatu yang dia
suka, dia akan mem-bracket
exposurenya dan dia yakin di
antara 3 poto tersebut pasti
salah satunya adalah poto
dengan perfect exposure.
Kalo saya sih kurang suka
membracket tetapi saya
menggunakan Zone System buat
exposure guide saya.
Penggunaan Zone System tidak
saya bahas di artikel saya ini
karena akan menjauh dari topik
dan scope artikel saya tetapi
banyak artikel di internet yang
mengajarkan teknik Zone
System untuk creative exposure
control technique.
----------------A PERFECT
EXPOSURE
IMAGE--------------------
�
Nah di sini saya data poto saya
adalah: 15s f/22.0 at 12.0mm.
Dengan Shutter Speed selama
15 detik akan menghasilkan
efek keramaian di atas jembatan
dengan lampu �yang seolah-
olah�bergerak.�Golden Gate
ini, Dengan f/22 meyakinkan
saya bahwa DOF akan sangat
besar dari ujung sampe ujung
semuanya akan kelihatan tajam,
dan dengan lensa 12mm Wide
Angle saya, meyakinkan saya
akan mendapatkan ruang hasil
foto yang lebar untuk komposisi
saya.
Kok kayaknya exposurenya
terlalu gelap yah? Apa gak
terlalu OE (Over exposed) tuh
poto? Duh, seharusnya exposure
saya harusnya gimana sih?
Tenang saudara saudari
sekalian. Saya meluangkan
waktu saya dengan menulis
artikel ini bukannya saya sok
pinter ato gimana tapi ingin
rasanya saya berbagi
pengetahuan dan pengalaman
saya sama yang butuh aja deh
biar ngerti apa sih itu kreatif
EXPOSURE?
Semoga sehabis baca artikel ini,
kalian akan mendapatkan
sesuatu yang baru dan dapat di
implementasikan di teknik
fotografi kalian. Setelah
membaca artikel ini saya
berharap anda bisa:
Mengerti apa itu Aperture,
Shutter Speed dan ISO
Mengerti apa itu Aperture
Priority, Shutter Priority,
Manual Aperture and Shutter
dan kapan paling efektif
untuk memakainya.
Mengerti apa itu Panning
teknik dan bagaimana sih
biar bisa panning?
Mengerti tentang Depth of
Field dan bagaimana Aperture
bertanggung jawab atas ini.
Mengerti tentang Shutter
Speed tentang pembekuan
gerakan, menghasilkan efek
arus (flowing effect)
Mengerti tentang kompensasi
ISO sensitifiti dari film
Mengerti apa itu Bracketing
dan efeknya terhadap
exposure yang benar dan/
atau sempurna
Dalam artikel ini saya asumsikan
bahwa camera anda setidaknya
bisa di setting ke Manual, lebih
baik lagi jika kamera anda
adalah Digital atau Analog SLR
Camera. Kamera yang saya
gunakan adalah Nikon Digital
SLR Camera D100 tetapi secara
garis besar, maksud arti garis
besar artikel ini bisa di
implementasikan di fotografi
secara general. Memang setiap
fotografer mempunyai definisi
dan style tersendiri dalam
approachnya terhadap fotografi.
Artikel ini tidak menyalahkan
dan saya tidak membenarkan
diri saya sendiri dalam topik
exposure secara general.
Selamat membaca.
PERFECT EXPOSURE
Ok. Kalau kalian bertanya
"Seharusnya exposure saya
gimana sih?" yah gampang sih
jawabnya, "Exposure anda harus
bener!" ya kan? Nah, exposure
itu bisa di golongkan kepada 3
nama yang saling erat
hubungannya, mereka adalah:
1. Aperture = bukaan
diafragma lensa biasanya
dalam ukuran f/2.8, f/5.6
dan seterusnya �
2. Shutter Speed = bukaan
berapa lama film
menerima cahaya sewaktu
diafragma di buka; dalam
ukuran 2s, 1/250s ,1/500s,
dan seterusnya (s =
seconds, detik)
3. ISO, Speed of the film =
internasional standard
untuk sensitifnya film.
contoh: ISO 400 lebih
sensitif daripada ISO 200,
ISO 200 lebih sensitif
daripada ISO 100, dan
seterusnya.
Ya ampun apaan sih nih kamera
kok ada Manual, Aperture
Priority, Shutter Priority,
Automatic? kan lebih asik
automatic dong?
"Ok, bukannya kalo saya set aja
ke P �(Automatic atau Program
Mode) terus kan tinggal saya
jepret aja kan semuanya sudah
di atur otomatis, nah terus
ngapain harus ngerti 3 bahasa
aneh di atas coba?". Nah kalo
anda sudah puas sama �P
( Automatic atau Program
Mode) exposure setting camera
anda, ya ngapain di terusin baca
artikel ini? saya yakin dengan
pengertian yang mendalam dan
tentunya experiment antara 3
nama di atas, anda pasti lebih
mendapatkan exposure yang
lebih baik atau lebih banyak
kesempatan anda akan
mendapatkan exposure yang
sempurna. Bukankah lebih baik
untuk mempelajari Manual?
Nah sekarang coba liat di
viewfinder (itu lho kotak kecil
yang anda lihat di camera untuk
motret) di sana pasti ada
semace gini nih: +'''''0'''''''- ya
kan? Nah jika anda memutar
control dial di camera anda,
tanda panah akan bergeser
sesuai dengan yang anda
hendaki, jika anda mutar ke
kanan, panahnya ke kanan, kalo
ke kiri ya panahnya ke kiri.
Biasanya kalau ke kiri valuenya
semakin besar atao ke positif
kalo ke kiri valuenya semakin
kecil dan ke arah negatif.
Aperture priority (biasanya A
atau Av)
Dalam mode ini, anda secara
manual memilih lens aperture
dan camera anda yang secara
otomatis akan memilih shutter
speed. Coba set camera anda ke
Aperture Priority, nah di
Aperture priority, anda ngatur
Aperturenya secara manual, dan
camera anda akan mengatur
Shutter Speed secara otomatis
untuk memberikan exposure
yang kamera anda pikir
"PERFECT".
Saya�memilih penggunaan
Aperture Priority ini bila
keadaan:
. Cahaya sekeliling sangat
minimal. Contoh: dalam event
medical conference atau dalam
event pesta wisuda adik saya,
saya memilih setting kamera
saya ke A, karena saya ingin
kamera saya yang memilih
shutter secepat mungkin untuk
mendapatkan exposure yang
sempurna dan dengan setting
Aperture yang saya hendaki.
. Saya menginginkan maksimum
depth-of-field dan objectnya
tuh tidak bergerak. Contoh:
dalam poto saya di bawah
Golden Gate di San Francisco,
saya memilih Aperture sekecil
itu untuk memaksimumkan
Depth of Field (akan di bahas di
bawah ini)
Shutter Priority (biasanya S)
Di dalam mode ini, anda
memilih shutter speed secara
manual dan meter kamera anda
akan memilih aperture secara
otomatis. Sama dengan
Aperture Priority tetapi kali ini
yang anda prioritaskan, dalam
kata lain yang anda bisa ngatur
itu yah shutter speednya,
camera anda akan mengatur
Aperture secara automatis yang
di pikir kamera anda
exposurenya "PERFECT". Karena
menurut saya, hanya dengan
Shutter Priority ini lah kita bisa:
a. FREEZE MOTION = pembekuan
gerakan yang terekam di film,
dan
b. IMPLYING MOTION = untuk
menghasilkan flowing effect,
yang bersifat memberikan efek
gerakan
Saya memaksimalkan
penggunaan Shutter Priority ini
dalam:
. Panning teknik. Panning adalah
teknik perekaman object yang
bergerak sehingga
menghasilkan effect gerakan
dan bisa terlihat jika object yang
terfokus adalah object yang
sedang moving atau bergerak.
�
Contoh Panning:
Ok, ada 3 rahasia untuk
mendapatkan hasil panning
yang memuaskan:
Rahasia #1: Anda harus PARALEL
dengan object yang bergerak
itu. Dari contoh di bawah ini,
saya dengar "nguing2" dari
kejauhan terus saya siapkan
kamera saya dan saya melihat
mobil pemadam kebakaran dari
arah kiri saya, saya tunggu
sampai mobilnya tuh persis di
depan saya, dan saya langsung
pencet shutter dan badan saya
ngikutin arahnya mobilnya
melaju setelah memencet
shutternya.
Rahasia #2: Pilihlah Shutter
Speed yang paling cocok untuk
objek yang bergerak itu.
Biasanya saya pilih Shutter 1/20
atau 1/30 untuk panning teknik
saya. Dalam contoh saya di
bawah ini, saya memakai
Shutter 1/20
Rahasia #3: Jangan pakai tripod.
Pakailah badan anda sebagai
tumpuan yang mengayun dari
kiri ke kanan atau sebaliknya
searah dengan object yang akan
di potret.
Manual Exposure (biasanya M)
Nah Manual Exposure ini lah
yang memungkinkan kita
mengatur sendiri panah2 tadi
yang sudah saya jelaskan di atas
untuk mendapatkan exposure
yang KITA hendaki "PERFECT
EXPOSURE" sekali lagi, bukan
kamera kita yang mikir perfect
tapi kita sendiri. Karena di
Manual inilah kita bisa mengatur
Aperture dan Shutter Speed
secara manual.
"Nah terus apa hubungannya di
antara tiga bahasa aneh dan
jelek di atas itu, apa sih tadi
Aperture, Shutter Speed dan ISO,
huh?" Ok. Nih saya jelasin yah.
1. APERTURE (Diafragma)
Aperture adalah bukaan lensa
untuk mengatur berapa banyak
cahaya yang masuk. Ukuran
aperture biasanya bisa di liat
dengan f/ number. Semakin
besar nomer f/ nya semakin
kecil bukaan lensanya. Dengan
kata lain, semakin kecil nomer f/
nya, semakin GEDE bukaan
lensanya. CONTOH: f/2.8
bukaannya lensanya tuh lebih
besar daripada f/11. Aperture ini
lah yang biasanya orang orang
di kritik fotografer.net pada
bilang "Wahhhh bagus bener
DOFnya, bagus bener
pemandangannya!" Nah
sekarang ngerti kan kalo
Aperture ini adalah sang
komandan yang bertanggung
jawab atas wilayah ketajaman di
dalam satu foto. DOF,
kepanjangan dari Depth-of-
Field, yaitu wilayah di sekeliling
subject yang di rekam oleh
camera yang layak tampil tajam
di hasil potonya.
Aperture1 (Semakin besar
aperture kita, semakin sedikit
wilayah ketajaman poto kita,
shallow depth-of-field): �
��
�
Nah di contoh ini, data photo
saya adalah: 1/3200s f/3.5 at
200.0mm. Kalo anda perhatiin,
tuh di backgroundnya ga
keliatan apa apa yah? Jelek yah
poto ini? hmm mungkin aja saya
cuman mau lebih fokus ke
kepala burungnya saja, jadi
mungkin waktu motret ini saya
ga peduli ama background jadi
ya saya pilih aja f/3.5 nah
Aperture saya bisa di katakan
"Big Aperture" kalo lebih besar
lagi adalah f/1.8.
�
Aperture2 (Semakin kecil
aperture kita, semakin banyak
wilayah ketajaman poto kita,
bigger depth-of-field):
�
Nah di contoh yang ini, data
poto saya adalah: 1/2s f/22.0 at
12.0mm. Kalo sekali lagi anda
perhatiin deh, tuh dari depan
dari kayu yang jelek itu sampe
belakang gunung kan semuanya
fokus. Dengan ini, berani saya
menyatakan "Small Aperture"
kalo lebih small lagi ya f/32.
Ukuran Aperture dalam
perbedaan ukuran satu stop
adalah:
f/2 -> f/2.8 -> f/4 -> f/5.8 -> f/8
-> f/11 -> f/16 -> f/22
Dari f/2 sampe ke f/2.8 di
katakan Aperturenya turun 1
stop dalam kata laen -1. Dari f/4
turun 3 stop ke f/11. Di katakan
turun adalah jumlah cahaya
yang masuk melalui diafragma
kan lebih sedikit jadi oleh karena
itu di katakan turun.
�
2. SHUTTER SPEED (Kecepatan
penutup lensa)
Nah apa ini? Kalo tadi Aperture
kan ngatur berapa banyak
cahaya yang masuk kan? Nah
kalo Shutter Speed ini ngatur
berapa lama cahaya itu masuk
ke film. Contohnya: shutter
speed 2s (2 detik) tentunya
cahaya yang masuk lebih lama
ya kan? kalo shutter speed
1/1000s ( 1/1000 detik lho) ya
jelas aja cahaya yang masuk
cuman sekilat aja. Gampang
kan?
�
Shutter speed 1 (semakin
lambat shutter speed, cahaya
yang di peroleh film akan
semakin banyak)
�
Nah di contoh di atas, data saya
adalah: 4s f/16.0 at 38.0mm .
Wow, 4 detik! iya dong.. kalo ga
gitu kan ga bisa create kayak
gini tuh liat airnya kayak kapas
gitu halus dan seperti awan2
gitu kan? Ini di karenakan
cahaya yang masuk lebih lama
oleh karena itu cahaya yang
terekan di film akan seolah-olah
menghasilkan effect seperti
water flowing (air yang
mengalir)
Shutter speed 2 (semakin cepat
shutter speed, cahaya yang di
peroleh film akan semakin
sedikit, lebih untuk ke FREEZE
MOTION, yakni untuk
membekukan gerakan)
�
Nah di contoh di atas, kali ini
partner saya akan marah kepada
saya jika saya minta dia untuk
lompat sambil menendangkan
kakinya di atas langit terus-
terusan. Oleh karena itu saya
pilih fast shutter speed untuk
membekukan gerakan teman
saya yang jago kungfu ini.
Urutan Shutter Speed dalam
perbedaan ukuran satu stop
adalah:
1/8 -> 1/15-> 1/30 ->1/60 -
>1/125 ->1/250 ->1/500 -
>1/1000 (dalam detik)
3. ISO, Speed of Film
Begini saja, anggap saja ISO ini
adalah kumbang yang bekerja di
dalam camera anda. Kalo di
camera saya saya set ke ISO 400
berarti saya mempunyai 400
kumbang yang bekerja, jika
anda set camera anda ke ISO
100 berarti anda cuman punya
100 kumbang untuk bekerja di
dalam kamera anda.
Nah ukuran ISO dalam
perbedaan satu stop adalah:
100 ->200 ->400-> 800 ->1600
ISO 800 adalah 3 kali lebih
sensitif daripada ISO 100 (lebih
sensitif terhadap cahaya 3 stop),
tetapi hasil potonya mungkin
agak grainy (seperti berpasir)
Nah dalam hal ini lah yang harus
menjadi pertimbangan anda
kapan harus kompensasi
demikian.
Nah topik saya yang terakhir
adalah tentang bracketing.
Bracketing.
What is bracketing? Bracketing
adalah suatu teknik yang di
manfaatkan oleh profesional
untuk mendapatkan exposure
yang tepat di dalam kondisi
cahaya yang menantang
(menurut: photoxels.com) dan
biasanya yang motret meng-
over expose +1 dan meng-under
expose -1, tergantung dari style
fotografernya sendiri-sendiri.
Seperti yang saya jelaskan di
atas atas banget yang tadi
tentang Aperture Priority,
Shutter, ataupun Manual
Exposure priority, kamera kan
punya built-in light meter dan
sensor di dalamnya yang ada
tanda +''''0''''- tadi itu bila anda
tujukan tanda panahnya ke 0,
kamera anda seperti
mengatakan "Iya bos, ini
menurut saya perfect kok
exposurenya!" Nah dalam
bracketing, si fotografer yah
boleh di katakan percaya sama
kameranya dan jepret di posisi
panah menunjukan 0, PLUS si
fotografer tadi, sengaja
menujukan panah ke arah +1
stop dan -1 stop untuk bracket
exposure.
Contoh bracketing:
Si fotografer melihat mobil
ferari di tengah jalan yang
sangat terang sekali cuaca
bagus banget deh. Dia set
camera barunya ke Aperture
Priority dengan ukuran
diafragma f/2.8 karena dia
maunya mobilnya yang terlihat
tajam sedangkan
backgroundnya blur (out of
focus). Si fotografer melihat
dalam viewfinder dan menyetel
panah sehingga sampe di 0 dan
menemukan bahwa shutter
speednya harus 1/250.
Nah di sini si fotografer bracket
exposure ini sehingga
mempunyai 3 poto.
Poto 1 = fotografer di atas
menjepretkan exposurenya
f/2.8 shutter speed 1/250
Poto 2 = fotografer sengaja
membuat shutter speed ke
1/125
Poto 3 = fotografer sengaja
membuat shutter speed ke
1/500
Nah sekarang si fotografer tadi
adalah orang terbahagia di
dunia karena setiap kali dia
memotret sesuatu yang dia
suka, dia akan mem-bracket
exposurenya dan dia yakin di
antara 3 poto tersebut pasti
salah satunya adalah poto
dengan perfect exposure.
Kalo saya sih kurang suka
membracket tetapi saya
menggunakan Zone System buat
exposure guide saya.
Penggunaan Zone System tidak
saya bahas di artikel saya ini
karena akan menjauh dari topik
dan scope artikel saya tetapi
banyak artikel di internet yang
mengajarkan teknik Zone
System untuk creative exposure
control technique.
----------------A PERFECT
EXPOSURE
IMAGE--------------------
�
Nah di sini saya data poto saya
adalah: 15s f/22.0 at 12.0mm.
Dengan Shutter Speed selama
15 detik akan menghasilkan
efek keramaian di atas jembatan
dengan lampu �yang seolah-
olah�bergerak.�Golden Gate
ini, Dengan f/22 meyakinkan
saya bahwa DOF akan sangat
besar dari ujung sampe ujung
semuanya akan kelihatan tajam,
dan dengan lensa 12mm Wide
Angle saya, meyakinkan saya
akan mendapatkan ruang hasil
foto yang lebar untuk komposisi
saya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Mindse t Sukses dengan Manajem en Qolbu Butir-butir Tausiah Aa Gym Dikumpulkan oleh M. Zainal Abidin Mustofa Manajemen Qolbu Apa itu MQ? Seb...
-
Seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata. Wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil, teta...
-
ni daptar antivirusna, dia sebenarna adalah virus yang pura2 jadi antivirus, tapi sayang cara licikna ketahuan semakin banyak aja cara virus...
-
trik menyelesaikan soal-soal test CPNS yang mungkin bisa diterapkan saat berhadapan dengan tipe soal ujian CPNS ataupun soal tes ujian masuk...
-
Apakah Anda pernah terpikir, kenapa Allah dalam firman-Nya hanya mewajibkan muslimah tuk berjilbab (menutup auratnya)? Ternyata secara ilmia...