awn advertising

berusaha untuk menjadi lebih baik, baik dan baik

Kamis, 21 Oktober 2010

jangan hinakan dirimu wahai para wanita..........

Saya mendengar berita tentang gadis usia 17 tahun diperkosa dan di bunuh secara berramai-ramai oleh 3 orang laki – laki yang tak dikenalnya. Kemarin saya mendengar seorang ibu diperkosa anak kandung sendiri, sampai shock. Kemarin lusa saya mendengar seorang nenek diperkosa 3 orang perampok kemudian hartanya dibawa habis, seminggu yang lalu saya mendengar empat orang gadis diperkosa dan dibunuh oleh seorang laki-laki yang sama. Sebulan yang lalu saya mendengar seorang anak diperkosa oleh omnya sendiri. Dua bulan yang lalu saya juga mendengar seorang guru memperkosa 7 orang anak didiknya, sebagai prasyarat agar nilainya bagus. Begitulah hari demi hari, bahkan jam demi jam siklus kekerasan itu terjadi berbagai peristiwa perkosaan terulang silih berganti. Siapa yang harus disalahkan?

Disisi lain banyak pula wanita yang menyengaja mengeksploitasi dirinya dengan berbagai ekspresi dan bentuk mulai dari foto swimsuit, nude, striptease hingga layanan seks mulai dari level sentuh hinggal all services, aktivitas itu hampir tiap hari menghiasi Jakarta juga kota-kota besar lainnya. Itu adalah sebagian kecil dari kenyataan yang ada di sekitar kita. Na’udzubillah.

Berbagai alasan muncul di balik eksploitasi tersebut, Mulai dari alasan klasik karena masalah ekonomi hingga alasan demi popularitas dan karir. Alasan tersebut tentu tidak bisa menjadi faktor pembenar bagi seseorang untuk melakukan hal yang amoral. Lantas Siapa yang harus dipersalahkan dalam hal ini. Wanita itu sendiri? Fasilitator? dalam hal ini bisa pemilik situs porno? sutradara? pemilik majalah dan tabloid porno? Keadaan Lingkungan? Penikmat? Yang dalam hal ini tentu saja kaum adam, Atau siapa?

Boleh jadi dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan satu persatu secara terpisah. Karena semua penyebab itu saling berkaitan satu sama lain. Eksploitasi tubuh wanita ibarat mata rantai yang tidak terpisahkan, Globalisasi dan Liberalisasi menempatkan Wanita sebagai alat komersial yang begitu canggih dan mudah digunakan untuk pelbagai tujuan. Dimana wanita dieksploitir dari berbagai segi : imej, status, moral, seks, dan biologikal, juga melalui iklan perdagangan.

Sehingga jangan heran jika ada iklan oli namun visualisasinya seorang wanita yang tersingkap roknya. Na’udzubillah, apa hubungannya? Namun itulah pasar dan wanita selalu menarik untuk dipasarkan. Itulah daya pikat wanita, yang dipergunakan secara salah kaprah. Harus diakui, memang sulit untuk memberantas berbagai bentuk eskploitasi tubuh wanita ini. Semua kembali lagi ke pribadi masing-masing, dimana jika semua pribadi berperilaku sesuai dengan nurani dan mempertimbangkan harga diri, tentu hal tersebut akan segera terhenti. Itulah yang terjadi di sekitar kita.

Sebenarnya Wanita merupakan aset yang amat bernilai dan tenaga penggerak sebuah kemajuan. Seharusnya wanita menjadi benteng pertahanan moral dalam masyarakat yang selalu berubah dan sering dilanda kegawatan dan kemelut sosial. Wanita menjadi sumber inspirasi dan penyebar segala bentuk kasih sayang dalam upaya membentuk masyarakat yang penyayang. Peranan wanita sangat strategis dalam upaya menciptakan generasi yang unggul sehingga tercipta peradaban yang baik pula. Mari kita mulai dari diri kita, tulisan ini tidak hanya untuk dibaca, tulisan ini tidak hanya untuk disimpan, tulisan ini tidak hanya untuk dikomentari Masya Allah, atau masa iya…katakan bahwa diciptakannya kaum wanita bukan untuk dihinakan! Tapi untuk dimuliakan. Wallahu’alam’bis Showab.

bermimpi dan bekerja

Bermimpi atau berangan-angan, lalu dirangkai dengan kerja nyata adalah keniscayaan untuk sukses.
Dan inilah sunnatullah di atas muka bumi ini, jika ada usaha, pasti ada hasil.
Jika ada tekad dan keseriusan, akan ada kesuksesan.
Tapi itu belum cukup, perlu juga dalam hati menghadirkan ketenangan.
Ketenangan yang dibangun dari keyakinan yang teguh bahwa, jika Allah berkehendak atas sesuatu tentu akan terjadi. Dan jika Allah SWT berkehendak sebaliknya, tidak akan pernah terjadi. Yakinlah, Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang bekerja sebaik-baiknya.
Rasullah SAW dan para sahabat banyak mencontohkannya, di balik kemenangan-kemenangan perang dalam Islam, selalu didahului dengan strategi yang jitu dan perencanaan yang matang. Mulai dari pemilihan komandan perang sampai siapa yang bertugas memegang bendera. Inilah sebenarnya yang diinginkan oleh agama ini, ada politisi yang berdebat di parlemen karena memperjuangkan rakyat, ada pedagang yang berdoa di tengah pasar, atau seorang petani yang berdoa di tengah sawah.

Jumat, 22 Januari 2010

kekalahan

Kekalahan atau kegagalan adalah sesuatu yang paling tidak disukai banyak orang dan sulit untuk bisa diterima kecuali oleh orang-orang yang bijak dan berjiwa besar. Sebab, dia mampu melihat hikmah di balik fenomena yang terjadi. Ibarat orang yang menyelam, makin dalam dia menyelam akan semakin berpeluang mendapatkan mutiara

kejujuran

Kini kejujuran menjadi barang langka di negara kita. Ia menjadi barang langka yang kelangkaannya niscaya mulai dari pemimpin hingga rakyatnya. Pemimpin semakin rajin membohongi rakyat. Rakyat dididik pintar mengibuli pemimpinnya hingga pada akhirnya yang tumbuh budaya saling mencurigai, saling tuduh, dan saling tuding.

Maka tatkala propaganda akan ketidakjujuran dialamatkan pada banyak pemimpin bangsa ini --entah benar atau sekadar tudingan belaka-- tidak semua pemimpin bangsa kita bernasib baik seperti Rasulullah. Tidak jarang bahwa pemimpin harus rela mengais pengakuan kejujuran dari rakyatnya. Pengakuan itu tidak kunjung tiba, yang ada malah cacian dan cercaan.

Sekalipun ada, hanyalah ekspresi budaya ''asal bapak senang'' (ABS). Barangkali, ini terjadi bukan karena rakyat tiada lagi memiliki hati nurani, tetapi karena rakyat teramat sadar bahwa realita di lapangan kejujuran itu menjadi barang mainan para pemimpin bangsa ini. Wallahu a'lam

Entri Populer