awn advertising

berusaha untuk menjadi lebih baik, baik dan baik

Sabtu, 30 Oktober 2010

Jatuh cinta dan sakit hati,,

Jika aku jatuh cinta dan sakit
karenanya …
Lalu..salah siapa??
Ketika aku telah menyandarkan
hati
Dan dia meninggalkanku
pergi..Lalu, salah siapa??
Marah hati ini, sakit jiwa ini...
Begitu saja kau tinggalkan aku
Padahal susah senang kita lalui
bersama dulu...

Membaca kalimat demi kalimat di
atas, mungkin teman2 bisa
menyimpulkan sendiri, bagaimana
perasaan sang empuna ketika
menggoreskan penanya. Ya, rasa
marah, benci, sakit hati, karena
ditinggal pergi sang pujaan hati.
Menggelikan memang, ketika
mendengarkan curhatan teman
yang patah hati, begitu
menggebu-gebu, makan tak enak,
tidur tak nyenyak,jantungpun
serasa berhenti berdetak
(hehehe..lebay). Namun, belum
tentu kita juga bisa tegar berdiri
ketika kita mengalami hal yang
serupa.

Bicara patah hati, tak lepas dari
masalah cinta. Yah..cinta, sayang,
suka kepada lawan jenis dan
menginginkan orang yang
dicintainya itu menjadi milik kita.
Tak seorangpun selain dirinya
yang di pinta. Cinta memang
sangat indah. Fitrah dari sang
Khalik yang membuat hidup
manusia penuh warna. Namun
rasa yang indah ini, jika tidak
dibingkai dengan hati-hati hanya
akan menimbulkan tangis dan
luka saja.

Baik perempuan ataupun laki-laki,
cinta bisa menghinggapi mereka
kapan saja. Mulai dari pandangan
pertama (in the first sight),
karena kebiasaan (witing tresno
jalaran soko kulino), berawal dari
permusuhan (benci tapi rindu),
atau bertemu kembali teman
lama (CLBK). Namun sayangnya,
mereka sendiri pun tak tahu
kapan cinta itu bisa tetap singgah
di hati mereka. Cinta ibarat kutu
yang meloncat dari hati ke hati,
menggetarkan jiwa host yang
dihinggapi kemudian
meninggalkannya pergi.Oleh
karena itu, tak heran jika manusia
dengan mudahnya berpindah ke
lain hati.
Mencintai orang lain di saat kita
telah memiliki seseorang di dekat
kita itu adalah hal yang wajar dan
manusiawi. Namun, Allah tak
membiarkan manusia hanya
diperbudak nafsu dan cinta, Dia
lalu memerintahkan untuk
"MENIKAH" ketika seseorang
mencintai lawan jenisnya.
Komitmen dalam pernikahan
itulah yang menunjukkan bahwa
hidup bukanlah hanya untuk
mengumbar cinta semata.
Namun, sayangnya, komitmen ini
disalahgunakan, dipermak
sedemikian rupa sehingga banyak
istilah bermunculan seperti
pacaran, tunangan, dan lain-lain
yang nota bene semua itu
hanyalah mengikuti nafsu yang
tak mau menunggu dengan sabar.
Bagi seorang wanita, menjaga
malu sangatlah penting. Dengan
malu, wanita lebih bisa menjaga
dirinya. Ketika wanita jatuh cinta,
wanita dengan mudahnya
menyerahkan jiwa raga untuk
yang dicintainya. Itu dikarenakan
wanita lebih mengedepankan rasa
ketimbang logika. Mereka tidak
memikirkan bagaimana nantinya,
apakah orang yang dicintainya itu
serius dengannya atau hanya
ingin mempermainkannya saja.
Mengambil kesempatan dan
mengatas namakan cinta.

Tapi untunglah, Islam begitu
sempurna. Islam mengetahui
bahwa wanita susah untuk
berlogika, oleh karena itu islam
mengajarkan seorang wanita
harus dibekali dengan ilmu dan
iman. Dengan ilmu, wanita tak
mudah diperdaya, dapat
mengasah logika. Dan dengan
iman, wanita tidak selalu
mengedepankan perasaan.
Islam begitu melindungi wanita
dengan mengharamkan pacaran.
Selain mendekati zina, pacaran
juga dapat menyudutkan wanita
dan membuat kehormatan wanita
tidak berharga. Bayangkan saja,
dengan komitmen pacaran,
tunangan yang tidak jelas
kelanjutannya, sang wanita mau
diajak kemana-mana, runtang-
runtung, makan, main bersama.
Lalu setelah itu sang lelaki
meninggalkannya ketika ada
bunga yang lebih bagus darinya.
Marah, kecewa, sakit hati, benci,
dan memaki-maki. Tentu itu yang
akan dilakukan sebagai wanita.
Menyalahkan dan meratapi
mengapa ada laki-laki yang setega
itu membohongi dan
mempermainakn mereka. Padahal
jika mau mengintrospeksi lebih
lanjut, hal itu juga dikarenakan
salah mereka sendiri. Salah siapa
yang mau diajak kemana-mana,
salah siapa yang mau diikat
dengan janji kata-kata semata.
Dan salah siapa?? Andai..dan andai,
sedikit saja wanita dapat menjaga
diri dan bersabar. Banyak
keuntungan yang dapat mereka
dapatkan, mereka dapat menjaga
kehormatan dirinya tanpa
menimbulkan fitnah, tak ada rasa
malu kepada tetangga karena tak
"jadi" dengan pacarnya, selain
itu wanita juga dapat menyeleksi
dan menguji lelaki mana yang
benar2 mencintainya, setia,
dan serius dengannya. Lelaki
seperti predator alami, akan
mendekat saja ketika ada lampu
hijau menyala dan feromon sang
betina dilepaskan. Mungkin tidak
semua, tetapi kebanyakan tak ada
rasa bersalah meninggalkan
pasangannya. Walaupun mereka
sering gonta-ganti pacar, di dalam
nurani laki-laki ingin wanita yang
suci dan tak terjamah oleh
siapapun. Nah, itulah hebatnya
lelaki. Tak mau sediri, ingin
ditemani, tetapi menginginkan
wanita yang suci. Jadi, untuk para
wanita, sekarang kita bisa
memilih sendiri kita ingin
dijadikan teman saat sepi, atau
ingin dijadikan sebagai seorang
istri???

Tapi...kan tidak semua pasangan
seperti itu, buktinya di sinetron
"cinta fitri" Farel juga hanya
mencintai Fitri. Yah...itu contoh
sempurnanya. Tapi dalam
kehidupan nyata, cinta tak
sesempurna itu, pengkhianatan
adalah hal yang biasa. Tak ada
yang tahu, pasangan kita saat ini
jodoh kita atau tidak. Tak ada
yang tahu sampai kapan
pasangan kita mencintai kita. Tak
ada yang dapat mebuktikan cinta,
selain waktu dan keseriusan.
Sabar menunggu waktu itu tiba,
dan dengan serius menjalaninya
di ikatan pernikahan.
Menikah sendiri juga berdasar
kemantapan dan kecocokan,
bukanlah bermodal cinta. Cinta
bisa dipupuk dan disiram ketika
hati kita telah yakin dan mantap
dengan pilihan kita, baru kita
mencintainya. Yakin dan mantap
pasti bisa berwujud cinta, tetapi
cinta belum tentu membuat yakin
dan mantap.

Lalu, jika memang ikatan
pernikahan adalah ending dari
cinta dan jodoh, tapi mengapa
saat ini banyak orang bercerai?
Bukankah mereka telah
menikah?? tapi mengapa masih
bisa berpisah?? Jika seperti itu ada
baiknya kita menilik kembali latar
belakang mereka menikah. Hanya
untuk saling memiliki karna takut
kehilangan, atau karena ibadah??

Wallahualam, hanya Allah yang
tahu apa yang akan Dia gariskan.
Ikuti saja garisNya, karena Dia
akan membawamu ke jalan yang
benar. Jangan mendahuluiNya
dengan menetapkan seseorang
itu adalah jodoh kita. Dialah
sutradara yang ternama, Dialah
peramal yang paling handal. Apa
yang dijanjikanNya pastilah benar,
dan jika kita menurut kepadaNya
pasti akan bahagia. Lalu, apalagi
yang akan kita dustakan???
Tinggal kita pilih. Sabar sebentar
dan bahagia selanjutnya. Atau
menjalani sesuatu yang tak tau
bagaimana rimbanya. Hidup ini
pilihan kawan. Apapun pilihannya,
semua itu pasti ada
konsekuensinya. Jadi, jika aku
jatuh cinta dan sakit karenanya??
Siapa yang harus ku salahkan???
Salahkan diri sendiri. Yang tak bisa
menjaga diri, yang tak bisa sabar
menunggu janji indah dari Sang
Pencipta hingga waktu itu tiba....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer